Rabu, 01 Juni 2016

Bapak ini Terpaksa menggunakan motor untuk membawa Anaknya yang meninggal dari rumah sakit karena Tidak mampu menyewa Ambulance

  Pengguna sosial media Facebook (FB) belakangan dihebohkan dengan adanya sebuah foto seorang bapak-bapak mengangkut jenazah anaknya dengan menggunakan sepeda motor. Kabarnya kejadian tersebut terjadi di Parepare. Foto yang mengharukan dan berhasil menarik banyak perhatian netter tersebut awalnya heboh karena postingan FB akun Namirah Hasan. Pengguna Facebook tersebut mengunggah foto tersebut pada 29 Mei 2016. Hingga berita ini diterbitkan postingan tersebut sudah mendapat 460 ribu reaction dari netizen. Postingan FB Namirah juga sudah dibagikan sebanyak 14.124 kali dan mendapat komentar sebanyak 170.709. Saat mengunggah foto tersebut ke FB, Namirah juga menuliskan keterangan bahwa bapak yang ada di foto terpaksa menggunakan motor untuk membawa anaknya yang meninggal di rumah sakit. Akun tersebut juga menyebut bahwa di bapak tidak kuat menyewa mobil ambulance. Namun ternyata apa yang dia posting tersebut adalah berita hoax alias bohong. Pengguna FB Aristofani Fahmi menjelaskan bahwa foto yang diunggah oleh akun Namirah adalah foto milik Blontank Poer. Aristofani juga menjelaskan kalau berita yang dimuat Namirah adalah berita palsu. Setelah tim newsth.com melakukan penelusuran ke akun FB Blontank Poer ternyata memang benar akun tersebut mengunggah foto yang sama pada 27 Mei 2016 pukul 14.54 bertepatan dengan 10 tahun gempa di Bantul. Akun tersebut menuliskan keterangan bahwa foto tersebut diambil di jalan by pass, Klaten sekitar pukul 8.26 pada 27 Mei 2006 setelah pulang dari Solo. Akun Facebook Blontank Poer juga menulis mungkin jenazah yang terpaksa diangkut pakai motor tersebut pasien rumah sakit. Tidak menggunakan ambulans karena mobil ambulans digunakan untuk evakuasi korban gempa. Jadi sudah jelas bahwa akun Namirah Hasan telah memberikan berita yang tidak benar melalui media sosial. Sebagai netizen yang smart kita harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial termasuk FB. Jangan lantas percaya dengan berita bohong yang hanya ingin memburu like dan komentar, bisa jadi kita yang memberikan like dan komen di FB apalagi membagikan juga menjadi penyebar berita hoax.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar