B-erita.com - BOM Sarinah Jakarta Kamis 14 Januari 2016 merupakan tindakan biadab dan tak berperikemanusiaan yang mengakibatkan Ibukota Negara RI Jakarta mencekam dan telah mencerabut rasa aman rakyat dan bangsa Indonesia.
Siapapun pelakunya, dan apapun motifnya, POLRI harus segera mengusut tuntas dan transparan, tak boleh ada yang ditutup-tutupi, tak terkecuali adanya anggapan pengalihan isu hari ini Kamis 14/1/2016 adalah batas terakhir PT.Freeport tawarkan devistasi saham kepada Indonesia.
Untuk itu, Sekber INDONESIA BERDAULAT mengutuk keras tindakan brutal dan biadab tersebut, tegas Ketua Umum Presidium Sekber INDONESIA BERDAULAT, dr. Ali Mahsun, M. Biomed. di Jakarta Kamis siang 14/1/2016.
Hingga saat ini ekonomi Indonesia belum pulih dari krisis, bahkan sebaliknya semakin terpuruk. Rakyat makin miskin dan menderita akibat himpitan ekonomi dan ambruknya daya beli mereka. Kegaduhan politik nasional silih berganti, tak kunjung usai bahkan semakin ekskalatif.
Korupsi makin sistemik dan merajalela. Kepastian dan penegakkan hukum semakin jauh dari harapan. Kini, keamanan Indonesia terkoyak akibat BOM Sarinah Jakarta 14/1/2016 yang mencerabut rasa aman rakyat dan bangsa Indonesia. Ada apa dengan Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres RI?, ujar Ali yang juga Ketua Umum DPP APKLI
BOM Sarinah Jakarta 14//1/2016 bukti bahwa rezim Jokowi-JK melengkapi ketidakmampuannya mengelola bangsa dan Negara Indonesia. Bukan saja gagal mewujudkan stabilitas ekonomi, politik dan hukum, lebih dari itu, rezim Jokowi-JK telah gagal total mewujudkan keamanan bangsa dan Negara Indonesia, dan tidak mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Untuk itu, untuk kesekian kalinya, Sekber INDONESIA BERDAULAT, organisasi besutan mantan Panglima TNI, Jenderal TNI Purn. Djoko Santoso (Ketua Wanbin), mendesak Jokowi-JK segera mengundurkan diri sebagai Presiden dan Wapres RI sebelum Indonesia hancur berantakan.
Kalau tidak mampu pimpin Indonesia adalah sangat arif dan bijaksana kalau Jokowi-JK segera mundur dengan legowo demi nasib dan masa depan rakyat, bangsa, dan Negara Indonesia, pungkas Ali dokter ahli kekebalan tubuh Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995 – 1998.
Bagaimana Pendapat Anda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar